iPhone Duo, ponsel lipat termahal keluaran Apple disebut sebagai pertaruhan besar – Apakah akan sampai di Indonesia?

Keterangan video, Tonton: Apakah Anda akan membeli ponsel lipat Apple seharga 2.000 dollar AS?
    • Penulis, Kali Hays
    • Peranan, Technology reporter
    • Penulis, Lily Jamali
    • Peranan, North America Technology correspondent
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 5 menit

Apple akhirnya meluncurkan iPhone Duo yang disebut-sebut sebagai iPhone termahal dengan konsep ponsel lipat. Perubahan desain besar iPhone setelah hampir 20 tahun ini bisa dinikmati melalui pra-pemesanan pada 16 Oktober di Amerika Serikat, UK, Singapura, dan Malaysia dengan harga yang berbeda.

Di UK, ponsel ini dibanderol seharga Rp45,2 juta (£1,999). Di AS, nilainya mulai Rp33,4 juta (US$1.999) hingga Rp56,3 juta (US$3.200). Di Singapura, harganya berkisar pada Rp43 juta (3.099 dolar Singapura).

Untuk Indonesia sendiri, belum ada kabar terkait waktu pemesanan iPhone jenis ini. Mengacu pada pasar global, harga iPhone Duo diprediksi berkisar antara Rp42 juta sampai Rp48 juta.

Peluncuran iPhone Duo ini dinilai sebagai pertaruhan direktur eksekutif baru, John Ternus, yang mengambil alih posisi Tim Cook pada bulan ini.

Pasar ponsel lipat sudah berkembang selama beberapa tahun ini melalui Samsung dari Korea Selatan dan Huawei dari China. Bisa dibilang, Apple cukup terlambat dalam hal ini.

Kepada hadirin yang datang di kantor pusat Apple di California pada Rabu (09/09), Ternus mengklaim model ini "mendefinisikan ulang pengalaman menggunakan ponsel lipat".

"Yang lain memang sudah menciptakan ponsel lipat, tapi terasa seperti dua ponsel yang direkatkan begitu saja."

Seseorang memperhatikan dengan saksama iPhone Duo baru yang dipamerkan dalam acara peluncuran di Cupertino, California, pada Rabu (09/09)

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Apple memperkenalkan iPhone Duo baru sebagai bagian dari acara peluncuran di Cupertino, California, pada Rabu (09/09)

Pengembangan perangkat dengan harga tinggi ini, disebut butuh waktu delapan tahun. Ternus secara langsung terlibat dalam penggarapannya sejak masih berada di jajaran eksekutif senior pada divisi perangkat keras Apple.

"Ini benar-benar baru. Namun, pada saat yang sama sangat terasa akrab. Dengan ukuran yang mirip paspor, perangkat ini terasa familiar saat digenggam dan nyaman digunakan dengan satu tangan," kata Ternus.

Saat dibuka, perangkat ini akan terlihat seperti iPad kecil. Lalu, ponsel akan kembali terasa seperti iPhone yang lebih lebar ketika dilipat.

Wakil Presiden Perangkat, Data dan Analitik di IDC EMEA, Francisco Jeronimo berkata, produk ini harus siap berhadapan dengan pesaing yang sudah mapan. Salah satunya Huawei yang menguasai hampir 80% pasar ponsel lipat di China.

"Pertarungan sesungguhnya adalah di China," ujar Jeronimo.

Tangan seseorang menyentuh ponsel lipat baru pada acara peluncuran di Cupertino.

Sumber gambar, EPA

Analis Utama di perusahaan riset teknologi FDM CCS Insight, Ben Wood, berkata kenaikan jabatan Ternus ini kemungkinan besar sengaja dijadwalkan "bertepatan dengan salah satu peluncuruan iPhone terbesar dalam beberapa tahun terakhir".

"Tidak ada yang terjadi secara kebetulan di Apple," katanya.

Analis di Creative Strategies, Carolina Milanesi, yang hadir saat pemaparan iPhone Duo pada Rabu (09/09), menyebut sorotan yang tertuju pada Ternus membuatnya terasa "seolah-olah dia sendiri adalah produk yang tengah diperkenalkan".

"Ponsel lipat sebernarnya adalah perangkat yang menarik. Banyak orang tertarik dengannya, tapi perangkat lunaknya dan adaptasi yang harus dilalui saat beralih dari ponsel tradisional ke ponsel lipat itu tidak mudah," ucap Milanesi.

Hal ini diduga akan menjadi hambatan lain bagi produk ini untuk bisa sukses. Musababnya, para pengguna iPhone sudah kadung terbiasa dengan cara kerjanya selama ini.

Apple meluncurkan smartphone lipat pertamanya yang telah lama dinantikan, iPhone Duo, pada hari Rabu, dalam acara peluncuran pertama perusahaan tersebut sejak CEO John Ternus mengambil alih kepemimpinan pada 1 September. Smartphone lipat pertama Apple ini hadir tujuh tahun setelah Samsung menjadi pelopor dalam kategori ini, namun raksasa teknologi Amerika tersebut diperkirakan akan menguasai pangsa pasar yang cukup besar.

Sumber gambar, Karl Mondon/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, CEO Apple yang baru, John Ternus, memamerkan iPhone Duo dalam sebuah acara Apple di Steve Jobs Theater, Apple Park, Cupertino, California, pada 9 September 2026.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Kendati demikian, perubahan desain iPhone ini mungkin saja menjawab sebagian kritik terkait inovasi produk Apple yang disebut tak lagi menarik sejak 2007. Apalagi produk-produk yang rilis sejak iPhone pertama kali diluncurkan pada tahun tersebut belum ada lagi yang meraup sukses besar.

"Ponsel lipat berisiko hanya menjadi perangkat dengan harga premium, tapi tidak berdampak pada pertumbuhan yang berarti," kata analis di Forrester, Dipanjan Chatterjee.

iPhone lipat ini, lanjut dia, bisa bernasib seperti komputer spasialVision Pro milik Apple, yang dibanderol Rp69 juta (US$3.699), tapi gagal menjadi produk yang diminati pembeli.

Atau bisa saja mengikuti jejak Apple Watch berikutnya, yang meski tidak sepopuler iPhone, tapi tetap dibeli oleh jutaan orang setiap tahun.

Sebelumnya, harga awal tertinggi untuk iPhone terbaru ini adalah US$900 atau sekitar Rp15,8 juta.

Selain iPhone Duo, Apple juga mengumumkan tentang iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max berharga US$1.199 dan US$1.299, yang setara dengan Rp21 juta dan Rp22,8 juta.

Bagaimana potensi pasar untuk ponsel lipat?

Wood mencatat pasar ponsel pintar lipat untuk Samsung dan Huawei hanya mencakup 2% dari penjualan ponsel pintar saat ini.

Bahkan dengan versi Apple yang diperkirakan akan mendorong minat dan permintaan, penjualan diperkirakan hanya akan mencapai 4% dari total pasar dalam dekade mendatang, menurut perusahaan data dan analitik FDM CCM Insight.

iPhone merupakan produk dengan penjualan tertinggi Apple dan menyumbang lebih dari setengah penjualan perusahaan setiap tahun.

Dalam beberapa kuartal terakhir, perusahaan mengeklaim iPhone lebih diminati daripada sebelumnya. Bahkan versi iPhone 17 disebut sebagai peluncuran produk paling sukses yang pernah mereka lakukan.

Perusahaan juga membeberkan informasi mengenai peluncuran ulang asisten audio dan percakapan Siri yang kini disebut Siri AI.

Dari iPhone 18, bot ini nantinyai akan dapat menelusuri berbagai hal. Selain bisa mengakses pesan dan email, bot ini bisa menemukan informasi, menjawab pertanyaan, dan mengambil tindakan atas nama pengguna.

Sejumlah fitur Siri AI juga akan tersedia pada Apple Watch baru, termasuk kemampuan mencatat percakapan dan membuat transkripsinya apabila pengguna mengaktifkan fitur tersebut.

Ternus menyebut kemampuan baru berbasis AI pada iPhone sebagai "pusat kendali yang terpersonalisasi", dan mengakui Apple akan memanfaatkan "detail paling pribadi dari kehidupan sehari-hari pengguna".

Mengenai keamanan data, ia menegaskan semua itu akan tetap bersifat pribadi dan tidak melalui perusahaan pihak ketiga.

"Di tempat lain, data dilihat sebagai sesuatu yang dapat dikumpulkan dan disimpan. Di sini, bahkan Apple tidak dapat mengakses apa yang menjadi milik Anda," ujar Ternus.