Demonstrasi mahasiswa berlanjut di Jakarta, Medan, dan kota-kota lain

Sumber gambar, Ivan Batara
- Penulis, Abraham Utama dan Tri Wahyuni
- Peranan, Wartawan BBC News Indonesia
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 5 menit
Rangkaian demonstrasi mahasiswa dari berbagai daerah yang menuntut perombakan kebijakan ekonomi dan penghentian praktik militerisme mulai berlangsung pada Senin (15/06), menyusul aksi serupa di Jakarta, Yogyakarta, dan kota-kota lain pada Jumat (12/06) dan Sabtu (13/06).
Di Jakarta, demonstrasi digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno, pukul 14.45 WIB.
BEM UBK mengusung enam tuntutan:
- Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih;
- Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI;
- Menghentikan praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil;
- Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional;
- Memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia;
- Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat
Aksi mahasiswa dari UBK sempat dicegat kepolisian di simpang Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Massa tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan yang menjadi lokasi aksi unjuk rasa.
Namun, sekitar pukul 14.35 WIB, polisi akhirnya mengizinkan massa melanjutkan perjalanan menuju kawasan Medan Merdeka Selatan.
Kepolisian mengaku tidak membiarkan massa bergerak ke Bundaran Patung Arjuna Wijaya, yang juga lazim disebut 'Patung Kuda'.
"Ada tamu negara dan juga buat menciptakan rasa kondusif bagi pengguna jalan. Menyampaikan pendapat kan bisa di mana saja," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Reynold EP Hutagalung.

Sumber gambar, BBC/Abraham Utama
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama, kelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka yang hendak berdemonstrasi ke Bundaran HI dicegat barisan polisi di kawasan Semanggi, Jakarta.
Pemblokiran jalan oleh kepolisian membuat arus lalu lintas dari arah selatan Semanggi macet total. Sebuah ambulans yang hendak melintas sempat terjebak sebelum akhirnya kepolisan membuka pemblokiran jalan sementara.
Sebanyak 5.955 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan polsek jajaran akan disiagakan pada Senin (15/06).
Demonstrasi di Bandung, Medan, dan Semarang
Aksi protes juga berlangsung di Yogyakarta.
Para mahasiswa Universitas Islam Indonesia menggelar demonstrasi guna menuntut enam hal, antara lain pemberhentian total Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, turunkan harga bahan bakar minyak dan bahan bakar pokok, serta hentikan militerisme di ranah sipil.

Sumber gambar, Furqon Ulya Himawan

Sumber gambar, Dicky Kurniawan
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
"Kami menuntut penghentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih," kata Radhi Akbar Nabil, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiwa Fakultas Hukum UII, saat membacakan tuntutan aksi.
Menurut Radhi, program MBG yang mengggunakan duit APBN hanya memperkaya orang-orang yang sudah kaya, sementara masyarakat menengah ke bawah tetap mengalami kesulitan ekonomi.
"MBG hanya memperkaya yang sudah kaya dan menyulitkan masyarakat miskin," katanya, sebagaimana dikutip wartawan di Yogyakarta, Furqon Ulya Himawan, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
"Segala kebijakan yang mempersulit masyarakat tolong ditinjau kembali. Jangan merugikan masyarakat. Kalau MBG tetap dilanjutkan, kami akan turun kembali. Dan saya harap pemerintah berpikir ulang untuk kebijakan ini," imbuhnya.
Selain menuntut stop MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari keluarga mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Bisnis - Ekonomika UII, ini juga menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM dan bahan pokok.
"Kami juga menunut pemerintah memperbaiki tata kelola dan kebijakan keuangan negara. Menuntut penjelasan progres reformasi kepolisian dan refisi UU Polri. Hentikan represi di ranah sipil. Dan perbaiki pola komunikasi pemerintah dan mengakui kesalahannya."

Sumber gambar, Dicky Kurniawan
Di Medan, ratusan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Sumatera Utara serta aliansi masyarakat menggelar demonstrasi Menuju Indonesia Gagal di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Kota Medan, Senin (15/06).
Sebagaimana dilaporkan wartawan Nanda Fahriza Batubara di Medan, mahasiswa membawa enam topik tuntutan, yakni energi dan kenaikan BBM; ekonomi nasional; regulasi keamanan (RUU Polri); evaluasi program MBG; anggaran pendidikan; serta isu lingkungan dan agraria.

Sumber gambar, Nanda Fahriza Batubara

Sumber gambar, Nanda Fahriza Batubara
Di Bandung, Jawa Barat, mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi akan serentak menggelar aksi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat dan kantor Bank Indonesia wilayah Jawa Barat, pada Senin (15/06) siang.
Aksi bakal diikuti BEM Universitas Widyatama, BEM Universitas Pasundan, dan Aliansi BEM Nusantara.
Di Semarang,Jawa Tengah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Semarang juga menggelar demonstrasi di semua titik sentral Kota Semarang.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala


































