Prajurit TNI keempat meninggal di Lebanon, Indonesia mengutuk serangan Israel

Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang meninggal di rumah sakit di Beirut, pada Jumat (24/04).

Sumber gambar, UNIFIL

Keterangan gambar, Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang diumumkan telah meninggal di rumah sakit di Beirut, oleh UNIFIL, pada Jumat (24/04).
Waktu membaca: 7 menit

Seorang prajurit TNI bernama Rico Pramudia dengan pangkat prajurit kepala meninggal dunia setelah sempat berada di kondisi kritis akibat tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret lalu. Dia merupakan prajurit TNI keempat yang meninggal dunia di tengah misi perdamaian TNI bersama PBB di Lebanon selatan (UNIFIL).

Melansir pernyataan UNIFIL, Rico, yang berusia 31 tahun, mengalami luka di pangkalan UNIFIL di Adchit Al Qusayr. Dia meninggal dunia akibat luka-lukanya di sebuah rumah sakit di Beirut.

Baca juga:

UNIFIL menyatakan belasungkawa atas kematian Rico.

"Kami menuntut semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan aset PBB setiap saat," tulis UNIFIL di akun X resminya.

"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," lanjut pernyataan itu.

Konvoi UNIFIL melintas di sebuah kota di Tyre, Lebanon selatan, Rabu (15/04).

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sebuah konvoi UNIFIL melintas di kota, sebagaimana terlihat dari jendela kendaraan, di Tyre, Lebanon selatan, Rabu (15/04).

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI juga telah memberikan pernyataan terkait kematian Praka Rico di akun X resminya.

"Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia," tulis akun Kemenlu.

Kemenlu juga menyatakan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan anggota pasukan perdamaian dari Indonesia.

"Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata pernyataan Kemenlu.

Personel militer Indonesia mengusung peti jenazah anggota TNI yang meninggal di Lebanon dalam misi bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di upacara pemakaman di Bandung.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Anggota militer Indonesia mengusung peti jenazah almarhum Zulmi Aditya Iskandar, seorang penjaga perdamaian Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang meninggal di Lebanon, saat upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 5 April 2026.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Penyelidikan awal PBB menemukan kematian prajurit TNI bernama Farizal Rhomadon dan Rico Pramudia disebabkan tembakan tank Israel di Lebanon, pada 29 Maret lalu.

Insiden itu juga mencederai dua prajurit, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

Berdasarkan bukti yang ditemukan, termasuk analisis lokasi dampak dan pecahan proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut adalah amunisi 120 mm dari meriam tank.

Proyektil ini ditembakkan sebuah tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, ke arah Ett Taibe, tulis UNIFIL.

Adapun kematian dua prajurit TNI bernama Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan di Lebanon pada 30 Maret lalu disebabkan alat peledak rakitan yang kemungkinan dipasang Hizbullah.

Insiden itu juga melukai dua prajurit, yakni Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

"Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal," sebut PBB dalam surat elektronik kepada BBC, pada Selasa (07/04).

Ada pula insiden 3 April yang mencederai tiga prajurit TNI. Namun, belum diketahui penyebab insiden ketiga itu.

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia mengibarkan bendera PBB di perbatasan antara Lebanon dan Israel di desa Adaisseh, Lebanon selatan, pada 30 November 2009.

Sumber gambar, ALI DIA/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia mengibarkan bendera PBB di perbatasan antara Lebanon dan Israel di desa Adaisseh, Lebanon selatan, pada 30 November 2009.

Rangkaian peristiwa ini terjadi tak lama setelah militer Israel mengumumkan akan meningkatkan serangan darat dan udara terhadap kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili Presiden Prabowo Subianto, "menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya".

"Dan melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi," katanya.

TNI, Unifil, Lebanon

Sumber gambar, ALI DIA/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Tentara penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL mengamati suatu area dari titik al-Abbad di perbatasan Lebanon-Israel, dekat Hula di Lebanon selatan, pada 8 Juli 2009.

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean‑Pierre Lacroix, menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pemerintah Indonesia dan keluarga penjaga perdamaian UNIFIL yang meninggal dunia.

PBB menyatakan sangat mengutuk serangan mematikan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL.

"Para penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target," kata Lacroix kepada para jurnalis dalam jumpa pers di Markas Besar PBB di New York.

Baca juga:

Lacroix mengatakan, UNIFIL sedang melakukan investigasi atas dua serangan mematikan tersebut.

Dia menegaskan, serangan terhadap penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan dapat merupakan kejahatan perang.

TNI, UNIFIL, Lebanon

Sumber gambar, ALI DIA/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Tentara Indonesia yang ditempatkan sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan, mengamati sebuah kendaraan Humvee tentara Israel yang diparkir di sisi perbatasan Lebanon-Israel, 10 Desember 2007.

Lebih dari 8.000 penjaga perdamaian dari hampir 50 negara bertugas di UNIFIL.

Misi ini dibentuk pada 1978 oleh Dewan Keamanan PBB untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional.

Kehadiran mereka juga untuk membantu Lebanon dalam mengefektifkan kembali jalannya pemerintahan di wilayah tersebut.

Pemerintah Indonesia mengutuk keras

Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (2/4/2026). Pemerintah Indonesia memastikan pemulangan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian tersebut yang gugur saat bertugas di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/HO/Bakom RI

Keterangan gambar, Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (02/04).

Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden serangan di Lebanon yang menewaskan seorang prajurit TNI yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Pemerintah Indonesia juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.

"Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi," kata Menteri Luar Negeri, Sugiono, di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Lebanon, TNI, Unifil

Sumber gambar, Scott Peterson/Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Pasukan penjaga perdamaian PBB dari Indonesia berjaga di pos pemeriksaan di markas besar mereka di Naqoura, Lebanon,17 Mei 2024.

Secara terpisah, politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Dave Laksono, meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keberadaan prajurit TNI di Lebanon.

Bila perlu, lanjutnya, segera dilakukan penarikan pasukan TNI dari negara itu.

"Ada baiknya pemerintah melakukan, apa namanya, penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/03).

Sebelumnya, Sekjen PBB António Guterres melalui akun X-nya, Senin (30/03), menyebut satu anggota TNI meninggal dan seorang lainnya mengalami luka serius.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah," tulisnya.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia.

Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

TNI, UNIFIL, Lebanon

Sumber gambar, MAHMOUD ZAYYAT/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL sedang berpatroli di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Agustus 2013 di Adaysseh.

Indonesia, melalui Kemlu, juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Serta, "menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.

Berita ini akan diperbarui secara berkala.